Tampilkan postingan dengan label Pantai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pantai. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Januari 2013

Tips & Trik Berkemah / camping di Pantai

0 komentar

Pantai ternyata tidak hanya bisa dinikmati pada pagi dan siang hari saja. Bermalam di pantai bisa jadi pengalaman baru yang seru. Namun ada beberapa hal yang harus disiapkan dan diperhatikan sebelum Anda berkemah di tepi pantai. Berikut adalah 7 tips berkemah di tepi pantai:
1. Jangan pasang tenda di area pasir lunak
Berkemah di pantai memang asyik, bisa mendengar debur ombak dan bermain di pantai sepanjang malam. Tapi jangan pasang tenda di area pasir yang terlalu empuk karena tenda akan mudah roboh. Wajar saja, karena pasir yang terlalu empuk atau lunak akan membuat pasak tenda tidak tertancap dengan baik. Maka dari itu, carilah permukaan dengan pasir yang lebih padat.
2. Perhatikan jarak tenda dengan air laut
Merasa begitu dekat dengan alam memang menyenangkan, namun ada hal yang harus diperhatikan yaitu jarak tenda dengan air laut. Pada malam hari, air laut akan surut dan pada dini hari, air laut mulai kembali pasang dan malah akan lebih pasang saat pagi hari. Perhatikan jarak tenda, jangan terlalu dekat dengan air. Meski sudah terlihat jauh, ingat-ingat juga bahwa pada dini hari, air akan lebih pasang.
Untuk menentukan area berkemah aman di pantai, carilah yang dekat dengan pepohonan atau semak-semak. Karena pepohonan dan semak-semak tersebut jadi indikator bahwa air laut tidak mencapai daerah tersebut.

3. Pasang pasak lebih dalam

Setelah menemukan area berkemah dengan pasir yang lebih padat, Anda harus memperhatikan kedalaman pasak. Jika berkemah di gunung dengan tanah yang keras hanya butuh menanam setengah pasak, beda hal nya dengan berkemah di pantai. Pasanglah pasak sedalam mungkin, karena
bagaimana pun tanah pasir tidak sekuat tanah pegunungan.
4. Siapkan alas tenda yang mudah dibersihkan
Tenda sudah dipasang, kini saatnya memperhatikan alas tenda. Pilihlah alas tenda yang mudah dibersihkan dan mudah kering. Hindari alas tenda yang memiliki guratan karena pasir bisa terselip di antara guratan tersebut. Selain mudah terselip pasir, air juga lebih sulit dibersihkan dengan alas yang memiliki guratan. Pilihlah alas berbahan karet busa yang licin. Bahan ini mudah dibersihkan dari pasir dan air.
5. Perhatikan angin
Kekuatan angin di daerah pantai bisa dibilang lumayan serius. Jika Anda memasang tenda tidak terlalu kuat, siap-siap saja untuk memasang kembali tenda yang akan dirusak oleh angin. Oleh karena itu, perhatikan kekuatan angin. Pada malam hari, angin akan bertiup lebih kuat. Sebaiknya jangan berkemah di area terbuka. Cari tanah kosong di sekitar semak-semak yang cukup aman.
6. Jangan dirikan tenda terlalu dekat dengan semak-semak
Meski dekat semak-semak lebih aman dari area terbuka, namun ada hal yang mesti diperhatikan. Jangan terlalu dekat dengan semak-semak karena banyak binatang yang senang bersembunyi di sana. Dirikan tenda di jarak aman dari semak-semak. Buat pertahanan tambahan di sekitar tenda dengan menyebar garam atau belerang. Karena binatang seperti ular dan serangga tidak senang bau menyengat dari belerang.
7. Siapkan banyak air bersih
Tidak semua daerah pantai memiliki mata air. Kebanyakan pantai yang memiliki mata air adalah yang letaknya berdekatan dengan gunung. Jika Anda belum tahu apakah akan ada sumber mata air di tempat yang akan Anda datangi, sebaiknya bawalah persediaan air bersih lebih banyak.
Bawalah air bersih dengan jumlah berlebih dan gunakan dengan hemat. Kehabisan air bersih saat berkemah tentu bukan hal yang menyenangkan. Air bersih berguna untuk masak dan minum. Jika ingin sekedar cuci tangan dan kaki, Anda masih bisa melakukannya dengan air laut.
via http://travel.detik.com/read/2012/02/21/114903/1847645/1048/berkemah-di-tepi-pantai-baca-dulu-tips-ini

Kamis, 17 Januari 2013

Teluk Hijau ( green Bay ) yang mempesona

0 komentar

 
Green Bay atau Teluk Hijau mungkin tak sepopuler Rajegwesi dengan bantengnya, atau Sukamade dengan penyunya. Tetapi pasir putih nan lembut, air terjun setinggi 8 meter dan pemandangan karang yang indah seolah menjadi daya tarik tersendiri bagi teluk ini. Sesuai dengan namanya, teluk ini berwarna hijau jika dilihat dari jauh. Ini berbeda dengan kebanyakan teluk atau laut yang biasanya berwarna biru. Kenapa bisa begitu? Apa mungkin karena ada banyak ganggang hijau? Entahlah….Yang jelas warna hijaunya sangat indah.


Lokasi Teluk Hijau
Teluk Hijau terletak di kabupaten Banyuwangi bagian selatan, berada di kecamatan Pesanggaran tepatnya di antara pantai Rajegwesi dan pantai Sukamade.


Rajegwesi sendiri adalah pintu Taman Nasional Meru Betiri.  Jadi kalau mau menuju ke Teluk Hijau, ikuti saja penunjuk jalan menuju Sukamade atau Rajegwesi. Teluk hijau . Jarak teluk hijau dan Rajegwesi kira-kira 2 km. Pemandangan yang indah dan alami dapat dilihat sepanjang mata memandang. Udara segar dari pantai yang dipadu dengan udara dari hutan hujan tropis Taman Nasional Meru Betiri sangat mengesankan. Pemandangan dari atas bukit di samping teluk sungguh mengagumkan.
Estimasi waktu yang dibutuhkan dari Genteng-Jajag-Rajegwesi sekitar 3 jam (menggunakan sepeda motor). Sampai di Rajegwesi anda akan berjumpa dengan pertigaan: yang ke kiri menuju pantai Rajegwesi dan yang ke kanan menuju Teluk Hijau dan Sukamade. Letak Teluk Hijau tak terlalu jauh dari pemukiman penduduk yang paling akhir di daerah Rajegwesi. Oleh karena itu, jika anda membawa kendaran lebih baik jika kendaraan itu dititipkan ke penduduk. Lalu, perjalanan menuju Teluk Hijau dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai Teluk Hijau adalah sekitar 30 menit di jalan utama dan 30 menit di jalan setapak.

Jangan sampai terjebak dengan pantai yang penuh dengan batu (yang mirip batu sungai), karena bukan itu yang disebut dengan Teluk Hijau. Tetapi teruslah berjalan di tepi pantai hingga melewati sedikit semak atau perdu, Banyak yang bilang itu pantai *Teluk Damai.Di balik semak itulah Teluk Hijau berada.
*Teluk Damai
Yang perlu diperhatikan jika camping di Teluk Hijau ini adalah kondisi pasang surut air laut. Karena jika kondisi air pasang maka ombak bisa menjamah seluruh permukaan pantai. Oleh karena itu, tenda sebaiknya didirikan di daerah semak/perdu agar aman dari jangkauan ombak ketika air laut pasang. Jadi, jangan membangun tenda di tepi pantai.
 Teluk Hijau, warga sekitar menyebutnya Teluk Ijo, dikelilingi hutan alami. Sesekali, kita bakal mendengar suara burung di antara pepohonan, suara ombak membuncah di batu karang teluk, dan hembusan angin yang sesekali lewat menderu.

Banyuwangi memiliki banyak keindahan alam yang berpotensi sebagai obyek wisata. Salah satu kawasan wisata yang memiliki banyak potensi sebagai obyek wisata di Kabupaten Banyuwangi adalah kawasan Teluk Ijo. Kawasan ini memiliki kekayaan dan keindahan alam yang dapat dikembangkan menjadi suatu obyek wisata. Tenangnya kawasan hutan yang masih alami, kicaunya suara burung diantara pepohonan, batu – batu karang yang berdiri kokoh di sekitar laut yang menggelora dan deburnya suara ombak yang tiada hentinya akan membuat segala kegiatan wisata yang dilakukan menjadi lebih menyenangkan.

Dalam usaha untuk mengembangkan kawasan ini menjadi obyek wisata, diperlukan keterlibatan semua pihak yang berhubungan dengan pengembangan kawasan ini. Keterlibatan Pemerintah Daerah setempat dalam melakukan keja sama dengan pihak Perhutani Kabupaten Banyuwangi serta pihak swasta dalam mengusahakan pengadaan dan pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, ditambah dengan dukungan masyarakat setempat dalam upaya pengembangannya akan membuat kawasan ini menjadi suatu obyek wisata yang menyenangkan.

Dukungan dari masyarakat setempat misalnya dengan menerima kedatangan para wisatawan dengan ramah dan mendukung dalam hal pengadaan sarana pariwisata dengan menyewakan perahu untuk penyeberangan ke pantai Teluk Ijo.

Green Bay (Teluk Hijau)
Usaha pengembangan tersebut akan berhasil dengan baik apabila semua pihak yang terkait ikut terlibat di dalamnya dan mengusahakan agar kegiatan dan usaha yang dilakukan tetap mengacu pada pedoman atau kebijakan yang sudah ditetapkan. Pihak terkait yang dimaksud adalah Pemerintah Daerah, Perhutani Kabupaten Banyuwangi dan masyarakat setempat.

Keberadaan kawasan wisata Teluk Ijo akan menjadi suatu obyek wisata yang menarik dan menyenangkan dengan segala potensi dan kesiapannya di masa yang akan datang dalam menunjang pengembangan kepariwisataan Indonesia.tapi sayang akses menuju teluk hijau sedikit memprihatinkan !!!

ada 2 cara menuju teluk ijo dari tempat pintu masuk, diantaranya :
1. Lewat Darat
Anda harus mendaki bukit kecil dan menuruni bukit terjal lewat jalan setapak kira-kira 1-1,5 jam. Namun yang perlu diingat bahwa Teluk Hijau bukan pantai yang anda lihat ketika selesai menuruni bukit. Justru anda harus terus dan dibalik pantai itulah Teluk Hijau.

2. Lewat Laut
Ini cara paling mudah. Anda sewa perahu dari pantai Rajekwesi langsung menuju Teluk Hijau. Kalau tidak salah sekitar 300.000-an untuk PP. Teluk Hijau akan ditempuh dalam 45 menit one way nya. Tapi anda harus cukup punya “nyali” krn dg perahu kecil tersebut dan melalui ombak Laut Kidul. Namun anda akan mendapatkan moment yg baik selama trip dengan perahu tersebut.

Selamat Mencoba . . .